Komisi OTA seperti Traveloka atau Booking.com bisa mencapai 15–25%. Artinya, dari setiap Rp1.000.000 booking, Anda kehilangan hingga Rp250.000.
Masalahnya, banyak hotel merasa “terpaksa” bergantung pada OTA karena tidak punya sistem sendiri.
Padahal, strategi terbaik bukan meninggalkan OTA — tapi mengimbangi dengan direct booking.
Cara Menguranginya:
- Bangun Channel Booking Sendiri Dengan website + booking engine, tamu bisa booking langsung tanpa pihak ketiga.
- Gunakan WhatsApp Sebagai Funnel Mayoritas tamu di Indonesia booking lewat chat. Tanpa sistem, chat hanya jadi tanya-tanya — bukan transaksi.
- Berikan Insentif Direct Booking Diskon kecil (5–10%) tetap lebih untung dibanding komisi OTA.
- Edukasi Tamu Arahkan tamu repeat untuk booking langsung di website Anda.Masalahnya, banyak hotel merasa “terpaksa” bergantung pada OTA karena tidak punya sistem sendiri.
Padahal, strategi terbaik bukan meninggalkan OTA — tapi mengimbangi dengan direct booking.
Cara Menguranginya:
1. Bangun Channel Booking Sendiri Dengan website + booking engine, tamu bisa booking langsung tanpa pihak ketiga.
2. Gunakan WhatsApp Sebagai Funnel Mayoritas tamu di Indonesia booking lewat chat. Tanpa sistem, chat hanya jadi tanya-tanya — bukan transaksi.
3. Berikan Insentif Direct Booking Diskon kecil (5–10%) tetap lebih untung dibanding komisi OTA.
4. Edukasi Tamu Arahkan tamu repeat untuk booking langsung di website Anda.tanya — bukan transaksi.
OTA adalah channel akuisisi, bukan sumber profit utama. Jika Anda hanya mengandalkan OTA, Anda sedang membangun bisnis orang lain
— bukan brand Anda sendiri.